07.03.09
Kisah beruang kecil
Kenyataan hidup memang pahit, tidak manis seperti di angan-angan. Hal ini berlaku bukan di kalangan manusia saja, tapi juga di dunia beruang. Seringkali beruang kecil merasa hatinya hancur remuk gara-gara berbagai peristiwa kehidupan yang tidak enak. Apalagi beruang kecil adalah makhluk yang melankolis, maka ada saat-saat di mana beruang kecil benar-benar despo setengah hidup.
Salah satu masa di mana beruang kecil paling sering despo adalah di sarang beruang. Kenapa? Karena beruang kecil punya banyak pengalaman gak enak di hutan tempat sarang beruang. Dari dicakar beruang raksasa, nyebur ke kali dan digigit ikan yang hobi menyantap daging beruang muda, sampai tak sengaja nubruk tetua beruang sehinggadikucilkan. Karena berbagai kenangan buruk itulah, maka beruang kecil sangat malas kembali ke hutan tempat sarang beruang.
Selain itu, gaya hidup para beruang benar-benar berbeda dengan gaya hidup beruang kecil sekarang yang di hutan NTU. Gaya hidup beruang kecil adalah tipe-tipe gaya hidup bujangan-perantauan-beruang. Jadi teringat lagu ini:
Begini nasib jadi bujangan
Ke mana mana asalkan suka
Tiada beruang yang melarang
Hati senang walaupun tak punya uang
Hati senang walaupun tak punya uang
Apa susahnya hidup bujangan
Setiap hari hanya bernyanyi
Tak pernah hatinya bersedih
Sebagai bujangan beruang, tentu saja beruang kecil jadi punya banyak teman yang happy-go-free dan gak terlalu banyak pikiran kecuali besok-makan-apa-dan-apa-besok-belajar. Karena itu, beruang kecil jadi hepi juga.
Sedangkan di sarang beruang, gaya hidupnya adalah gaya hidup beruang murahan. Eh bukan, rumahan maksudnya (nguping Jakarta mode). Karena banyak beruang jahat dan binatang-binatang liar lain di daerah sarang beruang, maka istilah cina “Tak keluar dari pintu lebih dari tiga langkah” merupakan hal yang diagung-agungkan. (san bu bu qu men, ada yang bisa bantu saya? Meskipun beruang masih sebangsa dengan panda tapi beruang tak mampu berbahasa cina >.<)
Selain itu, di sarang beruang, beruang kecil tak punya teman. Karena beruang-beruang kecil lain kebanyakan sudah hijrah ke hutan-hutan lain dan jarang kembali ke hitan tempat sarang beruang. Jadi, teman beruang kecil selain keluarga beruang adalah internet dan handphone yang bisa menghubungkan beruang kecil ke makhluk manapun yang beruang kecil mau.
Namun, beruang kecil harus tetap bersyukur masih punya sarang beruang dan keluarga beruang. ^^
waluyan said,
July 4, 2009 at 1:47 pm
gek baliyo liph, ke hutan NTU, makan daun bambu bersama kami
milasidah said,
July 12, 2009 at 3:22 pm
Halo,
Wah, aku baru tahu ada ikan yg hobi menyantap daging beruang muda.
hitan?
Jangan berpikiran negatif melulu beruang kecil! Coba dipikir lagi, barangkali ada yg bisa dilakukan. Kan bisa menambah pengalaman. Gak semua beruang pernah merasakan hutan yang beruang alami. Coba selami lagi (ini laut atau hutan?), siapa tahu nanti membawa hikmah.
oliviawijaya said,
July 16, 2009 at 3:19 am
hoho…makasih semua ^^