Puisi sore menjelang malam
Hentikanlah ocehanmu yang setinggi langit
Akan perbuatan besar yang telah kaubuat
Yang seiring waktu ternyata tiada bekas apalagi tampaknya
Ketakutankah yang membuatmu tak bisa berhenti berkoar?
Akan ketidakpedulian sesama terhadapmu jika kau tak hebat
Perlukah kau merasa seperti itu hai kawan?
Tak tentramkah jiwamu tanpa pujian manusia?
Diamlah dan lihatnya
Semut kecil yang ada di sana
Yang bakal mati dengan sekali injak,
Tak lebih besar daripada yang lain
Namun dia tetap tak berhenti bekerja
Karena menerima bahwa dia seperti itu adanya
Dan di bumi ini untuk itulah dia

mantap tu puisi